Tips Membangun Kebiasaan Menulis dengan Menulis Katarsis

Bismillah...

(Cuma mau sharing pengalaman pribadi ikut challenge Menulis Katarsis Bunda 1011)
==================

"Yuk, menulis yukk...!"

Kalau dapat ajakan seperti itu, apa yang terlintas di benak temen-temen ?
"Mau nulis apaan?"
"Menulis buat apa?"
"Apa manfaatnya?"
Dan beberapa pertanyaan serupa lainnya.

Terus, biasanya akan ada jawaban,
"Pengen sih, cuman bingung mau nulis apa."
"Susah nih bagi waktu, lagi banyak kerjaan, nggak sempet."
"Udah sering nih, cuman nggak menarik buat dibaca."
Biasanya sih begitu respon yang sering muncul, persis yang aku alami. (curcol mak, hehe)

Nah, sebenernya, makna menulis bagi temen-temen itu apa sih ? (boleh banget ya, sharing di kolom komentar)

Setiap kita pasti punya makna tersendiri tentang menulis. Ada yang menulis hanya sebatas hobi, sebagai sarana komunikasi, ataupun karena sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Pasti banyak hal yang menjadi landasan kita untuk menulis.
Begitupun aku.

Ya, aku suka menulis. Bagiku menulis itu bisa jadi sahabat terbaik sepanjang hidup. Teman setia yang nggak akan pernah lari saat aku inging mencurahkan isi hati.
Aku suka bercerita lewat tulisan. Aku suka meluapkan emosi lewat tulisan. Karena bagiku tulisan akan tetap setia menyimpan semua kenangan.

Kebetulan di komunitas Bunda 1011, lagi ada proyek buku antologi ke-2. Di dalamnya ada challenge tentang menulis katarsis selama 7 hari berturut-turut. (apaan tuh menulis katarsis?)
Secara garis besar menulis katarsis itu menulis tentang luapan isi hati, membuang sampah2 emosi dalam pikiran kita. Daripada pikiran kita dipenuhi hal-hal negatif mending dibuang aja kan? Nah, menulis katarsis ini sebagai salah satu medianya. Ohya, menulis katarsis ini, bisa menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sedang kita bahas di awal tadi lho..

"Pengen nulis, cuma bingung mau nulis apa"
Dengan pembiasaan menulis katarsis, kita nggak akan bingung lagi mau nulis apa. Karena kita punya kebebasan mau menulis apapun yang ada dalam pikiran kita. Mau menggambarkan emosi yang sedang dialami, mau berbagi cerita, atau mau menulis berita / info penting lainnya? Bebas. Tulis aja semuanya. Dengan begitu, insyaaAllah ide tulisan akan terus bermunculan.

"Nggak sempet nulis, banyak kerjaan, susah bagi waktu"
Coba atur jadwal menulis. Misal, nggak usah terlalu lama, cukup 10 menit dalam sehari (seperti challenge menulis katarsis yang aku ikuti sekarang), biasanya aku ambil waktu sebelum tidur, atau pagi hari sesaat setelah bangun tidur. Hal ini ngefek banget ya, buat melatih pembiasaan menulis kita. Apalah artinya 10 menit dalam 24 jam sehari. Bentar banget kan, masa nggak sempet? Coba deh, dan rasakan sendiri efeknya.

"Tulisan nggak menarik buat dibaca"
Percayalah, setiap orang sudah punya jalan rezeki masing-masing, begitu pula dengan tulisan, setiap tulisan akan menemukan pembacanya masing-masing (yaa, minimal ada 1 orang lah yang baca, yaitu diri sendiri hehe.)
Selama tulisan kita bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri terlebih buat orang lain, kenapa mesti ragu buat menulis. Masalah menarik atau enggak tulisan kita, itu hanya sekedear penilaian orang. Yang terpenting adalah niat kita terhadap tulisan yang kita buat. Berharap bisa membuat diri ini menjadi pribadi yang lebih baik serta tidak merugikan orang lain. Apalagi bila hasil tulisan kita bisa menebarkan kebaikan, gass poll buat perbanyak karyanya ya.

Karena menulis cuma butuh modal tulisan dan media penyimpanan tulisan. Udah. Simple kan, semangat yaa..  (walo kadang, kenyataan tak semudah itu fergussoo, hehe)

Nah untuk hasil dari menulis katarsis ini, kalau sekiranya isi tulisan bersifat privasi, simpan untuk diri sendiri, sedangkan kalau tulisan kita bisa memberikan manfaat untuk umat, jangan ragu buat disebarkan kebaikannya.

So, gimana temen-temen ?

Yuk... Menulis, Yuk... !

#menuliskatarsis #challengeantologi2 #antologibunda1011



Comments